Keterangan gambar: Fransiskus,M.Pd Ketua DPRD Kab.Bengkayang. Dok Markus, Senin [1\2\2021].
Bengkayang Post- (Desa Sekaruh-Kabupaten Bengkayang). Salah satu dari 18 Desa di Kecamatan Teriak adalah Desa Sekaruh. Desa tersebut sangat minim jaringan internet. Hanya ada jaringan internet di pusaran SMA Negeri 2 Teriak yang terletak di desa itu. Itu pun bantuan pemerintah khusus untuk kegiatan pendidikan ruang lingkup SMAN 2 tersebut saja.
Dengan kondisi seperti ini, Kepala Desa Sekaruh, Petrus Sidik mengatakan sangat prihatin terutama terhadap pelajar yang diterapkan sistem belajar daring (jarak jauh) sehingga mereka harus mencari tempat-tempat yang ada sinyal bahkan nginap di rumah temannya yang ada akses jaringan Internet.
“Dari sejak awal saya jadi Kades (Kepala Desa) sudah memprioritaskan usulan agar ada akses Internet di desa kami. Seiring berjalannya waktu kami pernah juga menyampaikan proposal ke pihak Telkom. Namun memang hingga saat ini belum ada jawaban. Padahal desa kami sangat membutuhkan internet untuk mengakses aplikasi. Tidak mungkin kami harus keluar ke pasar Bengkayang terus untuk dapat akses internet. Jadi harapan kami kepada Pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten, pemerintah propinsi terlebih Pemerintah Pusat untuk bisa merealisasikan jaringan internet di desa kami tahun 2021 ini karena masyarakat sangat-sangat membutuhkannya.Terutama pelajar yang diterapkan sistem belajar on line, terus terang selaku orang tua, kami sangat prihatin, karena mereka harus mencari tempat-tempat yang ada sinyal bahkan nginap dirumah temannya yang punya akses jaringan internet,” sebut Sidik, Senin,(1/2) di kediamannya Sesa Sekaruh, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang Kalbar.
Menyikapi desa-desa di wilayah Kabupaten Bengkayang yang tidak punya jaringan internet, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkayang, Pransiskus, S.Pd. M.Pd meminta Komisi III (tiga) melakukan pemetaan untuk daerah-daerah yang tidak punya jaringan internet tersebut.
“Sekarang program akses internet itu kita sedang melakukan bagaimana agar program ditingkat desa itu agar ada. Terkait dengan proses belajar mengajar disitu sudah ada program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Nah, makanya saya minta kepada Komisi III itu melakukan rapat bersama dalam rangka pemetaan mana-mana daerah yang betul-betul tidak punya jaringan internet boleh saja melakukan belajar tatap muka, dengan catatan kumpul rapat bersama orang tua murid dulu. Mesti ada persetujuan orang tua murid dulu, kalau mereka tidak setuju ya silahkan, jangan dipaksakan. Tapi memang harus tegas dan komandonya harus sama, tidak bisa nanti disini komandonya beda disana komandonya beda. Dan Kemarin kan begitu, sudah kita minta seperti itu datang surat dari Gubernur dan minta untuk tetap tidak dilakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tatap muka. Ya sudah, kita hormati Pemerintah yang tinggi, gitu. Tapi yang pasti atas dasar apa bahwa kita bisa memberikan saran pendapat kepada Pemerintah agar mereka bisa memerintah saya pikir itu tidak ada masalah. Intinya orang tua murid setuju. Gitu jak,” tegas Pransiskus, Senin,(1/2) saat dikonfirmasi di ruang kerjanya Kantor DPRD Kabupaten Bengkayang. (Markus M./Jmt).

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah