Foto Dedi Dores.
Bengkayang Post-(Sanggau Ledo). Tidak terima dengan isi berita yang dilontarkan TM dan YTN (inisial), yang diterbitkan portal media online https://bengkayangpost.com, ….31/08/2022 dengan judul Tindakan Kriminal Seorang Oknum Guru Honor SMAN 1 Sanggau Ledo Berujung Dilaporkan Ke Polisi, yang mendiskreditkan dan seakan-akan hanya menyalahkan dirinya, Dedi Dores selaku guru di SMAN 1 Sanggau Ledo yang menjadi objek dan merasa dirugikan dalam pemberitaan minta media tersebut untuk mengklarifikasi berita yang sudah terbit agar publik mengetahui apa yang terjadi sebenarnya
“Saya Dedi Dores, guru di SMA 1 Sanggau Ledo, saya ingin mengklarifikasi tentang laporan saudara Tomo di media kemarin yang mengatakan saya merampas istrinya, merebut anak-anaknya dan ingin menguasai hartanya. Saya ingin mengklarifikasikan bahwa pernyataan itu sangat-sangat tidak benar. Saya bisa membuktikan dengan segala bukti yang ada seperti surat cerai, terus surat pernyataan saya nikah. Ini surat cerainya pada tahun 2019 dan ini surat nikah saya pada tahun 2021,” ucap Dedi Dores sambil menampakkan surat-suratnya kepada awak media, Jumat, (2/9) di ruang guru SMAN 1 Sanggau Ledo.
Lanjut Dedi,”Terus masalah identitas anak-anak ini ada Kartu Keluarga (KK) saya dan istri saya dan anak-anak saya juga. Terus masalah perebutan harta, saya tidak pernah ingin merebut dan tidak akan pernah ingin merebut harta istri saya seperti yang disampaikan oleh saudara Tomo. Terus masalah legalitas kepemilikan data di sini sudah jelas sertifikatnya atas nama istri saya.”
Selanjutnya Dedi Dores juga mengklarifikasi tentang penyerangan yang terjadi
“Ia mengatakan saya menyerang tanpa motif atau tanpa alasan tiba-tiba menyerang dia, pernyataan itu juga sangat-sangat tidak benar. Saya menyerang itu ada alasannya. Saya akan menceritakan sedikit kronologis kejadiannya pada saat itu. Pada tanggal 28 Agustus tahun 2022 sekitar pukul delapan belas tiga puluh (18.30), saudara Tomo datang ke toko saat saya tidak ada, datang ke rumah saat saya tidak ada, dia merusak segala cctv, ada 2 unit cctv yang dirusak, terus dia mengambil minuman-minuman di toko istri saya tanpa membayar satu sen pun, nah itu sudah jelas jadi itu merupakan alasan sebenarnya kenapa saya bisa menyerang dia dan mencarinya di rumahnya pada saat itu, ditambah lagi posisi istri saya memang lagi hamil besar, diperkirakan akan melahirkan di akhir bulan September atau awal Oktober, nah disitu lah saat kejadian saya merasa panik dan emosi, saya sangat khawatir terjadi apa-apa dengan istri saya, jadi disitu lah terjadi keributan,” ungkap Dedi Dores.
Lalu kira-kira apa motif Tomo menyerang terlebih dulu rumah Dedi Dores dan merusak cctv di rumahnya?
“Saya rasa motif awal dia menyerang itu pertama karena ada rasa dendam, tidak suka dengan saya, yang kedua mungkin ada rasa cemburu atau apa gitu,” sebut Dedi.
Rasa dendam Tomo terhadap dirinya menurut Dedi berawal sejak Dedi menegurnya melakukan tindakan anarkis paska pemilu legislatif beberapa tahun lalu.
Atas kejadian ini,
Kepada Pemerintah propinsi maupun kabupaten,Dedi Dores minta maaf yang sedalam-dalamnya.
“Saya menyampaikan kepada institusi pemerintahan baik itu institusi pemerintahan propinsi maupun pemerintahan kabupaten saya minta maaf, sangat-sangat minta maaf,kalau permasalah ini harus sampai terlibat ke institusi tempat saya berkerja, sebenarnya ini murni urusan pribadi,” ujar Dedi.
Terkait pemberitaan Tomo sebelumnya Dedi minta agar publik tidak langsung percaya karena tidak ada buktinya.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga dusun Nibung desa Sahan kecamatan Seluas kabupaten Bengkayang, sampai ke media manapun yang mengetahui permasalahan ini atau mendengarkan, membaca dan melihat permasalahan ini itu permasalahan sangat-sangat tidak benar, jadi apa yang disampaikan saudara Tomo itu sangat-sangat tidak benar karena tidak ada buktinya,”tutup Dedi Dores. (Mark)

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah