Bengkayang Post-(Bengkayang). Sekitar pukul 07:00 Wib, hari Sabtu (17/6/2023), ada beberapa rekan duduk di warung Kopi Segar. Sambil seruput kopi.
Ada Markus, Suprianus Musi, Ijang Supriadi, penulis sendiri dan Suryatman Gidot. Kami cerita seperti biasa, hanya ngobrol ringan.
Sembari saling tanya,”Wah ada ijang, kena dimana dampingi desa sekarang?,” tanya Pak Gidot.
Sontak ijang jawab,”Sekarang saya sudah dipindahkan ke Sungai Betung pak,” jawab Ijang, “baguslah, semoga desa semakin maju”, harap pak Gidot.
Cuman ada satu pak, di Sungai Betung ini, kita tidak bisa tidak pergi, harus absen elektronik, sebagai bukti kehadiran kita.
“Pakai aplikasi handphone pribadi, tadi baru keluar dari sungai Betung, absen, syukur sinyal handphone kuat,” celetuk Ijang Supriadi.
Pak Suryadman Gidot pun menimpali, “itulah hebat fungsi elektronik, semua bisa diselesaikan dengan cepat,” timpalnya.
Namun ada juga sisi negatif teknologi. Seperti contoh sekarang, “banyak sekali SMS warga Bengkayang masuk ke handphone saya, menanyakan apakah ada saya minta uang, saya jawab tidak ada,” ungkap pak Gidot.
Setelah saya periksa, ternyata media sosial Facebook melalui messenger menghubungi sekian banyak orang mengatasnamakan pribadi saya.
“Ada yang minta uang, atas namakan saya, minta dua juta rupiah untuk jalankan dompeng, saya risih juga, mana pernah saya berdompeng, muat di koran nanti Jum, diumumkan,” pinta pak Gidot.
Pak Gidot menambahkan, “pelaku ini menggunakan foto profil saya, paling banyak lewat Facebook lah, dia tahu saya sudah keluar, seolah – olah saya perlu uang, enak dia ngakal orang, kemarin (15/6/2023) di Jagoi, begitu juga, minta uang dua juta, adoh. Intinya ginilah diberitahukan kepada sahabat, teman dan siapapun apa bila ada yang mengatasnamakan saya itu tidak benar,” sebut Suryadman Gidot. Wrt. Jmt.

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah