Bengkayang Post-(Bengkayang).Untuk memastikan terbakar atau tidaknya terkait pantauan titik panas (hotspot) Daops Manggala Agni Kalimantan IX/ Singkawang – Pondok Kerja Bengkayang bersama sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tumiang dan Desa Pastik Jaya melakukan pengecekan verifikasi lapangan ke titip panas tersebut, Kamis (29/06/2023).
Kepala Regu Pondok Kerja Manggala Agni Kabupaten Bengkayang bersama Babinsa Desa Pasti Jaya dan Bhabinkamtibmas Desa Pasti Jaya serta Kepala Dusun Pacong, Desa Pasti Jaya secara bersama sama melakukan pengecekan verifikasi lapangan.
Titik panas (hotspot) yang terpantau di Dusun Pacong, Desa Pasti Jaya, Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang pada tanggal 29 Juni 2023 melalui Satelit NOAA20/VIIRS.
Setelah melakukan Koordinasi dengan Danramil Samalantan dan Kapolsek Samalantan, kemudian tim bergerak menuju lokasi hotspot.
Setibanya di lokasi titik hotspot, Tim menemukan lahan bekas terbakar seluas ± 0,5 Hektar dan kondisi api sudah dalam keadaan padam, selanjutnya tim melakukan pendataan terhadap pemilik lahan dan berkomunikasi dengan Kepala Desa Pasti Jaya mengenai pantauan titik panas (hotspot) di Wilayah Desa Pasti Jaya serta mendorong pihak desa untuk melaksanakan pembukaan lahan perladangan berbasis kearifan lokal sesuai dengan Peraturan Daerah Kalimantan Barat No. 1 Tahun 2022.
Menurut keterangan dari warga setempat yang ditemui, bahwa lahan tersebut merupakan milik AS, yang akan ditanami padi.
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang Yuyu Wahyudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat apabila mau membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara dibakar supaya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saya berharap khususnya warga masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkayang, mari secara bersama-sama kita mencegah karhutla karena karhutla sangat merugikan bagi kesehatan dan lingkungan,” terang Yuyu
Setelah itu tim melakukan pengecekan sisa bara api pembakaran atau mopping up, dan memadamkannya menggunakan Jet Shooter / Pompa Punggung dan mengunakan ranting – ranting kayu untuk memastikan api benar – benar padam.
“Bersama Kita Bisa Mencegah Kebakaran Lahan dan Hutan,” ungkap Yuyu. Wrt.F.

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah