Bengkayang Post- (Mandor Landak). Salah satu pemain bola kaki meninggal dunia. Saat turnamen sepak bola tahun 2025 di Dusun Agak Hilir, Desa Sebadu, Kec.Mandor, Kab.Landak.
Dalam pertandingan itu terdapat 64 tim masuk daftar pemain, pertandingan ini sempat diresmikan Wakil Bupati Landak Erani pada tanggal 30 November 2025 lalu.
Di awal pembukaan permainan diikuti kesebelasan Mandau FC dari Desa Pongok, berhadapan dengan BW dari Dusun Sampuk. Hingga pertandingan berakhir di menangkan oleh BW dari Sampuk dengan skor 1- 0.
Masuk pada pertandingan hari ketiga antara kesebelasan Desa Manggang FC berhadapan dengan kesebelasan Sumsum FC, baru berjalan pada menit ke-5 tiba – tiba salah satu pemain dari Sumsum jatuh sendiri dan kejang-kejang di lapangan sepak bola Talidik.
Semua pihak yang melihat berupaya untuk membawa korban ke Puskesmas Mandor. Namun setelah di periksa dan di tangani oleh pihak Puskesmas dokter mengatakan bahwa Adrianus Puhin sudah meninggal dunia.
Dari membawa almarhum ke rumah sakit hingga membawa jenazah almarhum ke rumah keluarganya di hantar panitia. Adrianus Puhin meninggal pada usia 36 tahun, meninggalkan tiga orang anak, yang selama ini tinggal di Dusun Sunsum Rt 05 , Rw ,02 Desa Sumsum, Kec.Mandor Kab.Landak.
Pada hari ini Rabu, 3 Desember 2025 jenasah almarhum disemayamkan di kuburan keluarga di Desa Sumsum sebagai tempat peristirahatan terakhir
Usai pemakaman pihak keluarga dan seluruh warga masarakat yang hadir dan yang lainnya pulang menuju di rumah duka kembali. Saat itu pihak pengurus adat mengatur peraga adat karama mati. Menurut adat setempat
di saksikan pihak keluarga, pihak waris, panitia pertandingan, dan Lilik Sumantri/ Odong mewakili panitia pertandingan menyampaikan seluruh pihak panitia menyampaikan turut berduka cita yang sedalam dalamnya.
Mengenai biaya – biaya yang di keluarkan pihak keluarga, guna meringankan beban yang berduka,
penyampaian pihak keluarga, yang di wakili pak Rahmat, ada berbentuk perhatian kemanusiaan kepada pihak keluarga yang berduka.
“walaupun nilai nya tidak seberapa,
Harapan pihak keluarga, pihak panitia bisa meringankan beban biaya dari proses pemakaman sampai selesainya acara, dan pihak keluarga masih akan rapat dan bermusyawarah dengan keluarga besar untuk membicarakan mengenai perhatian dari pihak panitia,” ungkap Rahmat.
Sementara pertandingan sepak bola yang berjumlah 64 tim di pending dulu selama 3 hari, maksudnya untuk menghargai keluarga yang berduka dan panitia akan membuat peraga adat siam pahar yang di sebut adat nyimah tanah di lapangan sepak bola Talidik Rayak, Dusun Agak hilir Desa Sebadu. Wrt: Kuen

Baca Juga
Ungkapan Rasa Syukur Penutupan Natal 2025 Umat Katolik Simpang Agal
Juru Kunci Makam Mandor Minta Perhatian Gubernur Kalbar
Sembahyang Natal & Tahun Baru 2026 Di Mandor