12/01/2026

Bengkayang Post

Cerdas Ungkap Realitas

Distribusi Terganggu & Dijual Ke Kabupaten Tetangga Jadi Kambing Hitam Kelangkaan Gas 3 Kg

Share

Bengkayang Post- (Bengkayang). Menjelang natal dan akhir tahun, masyarakat Bengkayang selalu kesulitan dapat gas ukuran 3 Kilogram.

Tampak diwarung-warung penukaran gas kelihatan jelas para ibu lama menunggu agar dapat gas dan pulang kerumah bisa masak untuk anggota keluarga.

Permasalahan kelangkaan itu disebabkan beberapa faktor diantaranya ketersediaan gas tiga kilogram tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat.

Selain masalah tersebut, ada masalah klasik selalu muncul diakhir tahun. Pihak tertentu selalu mengkambing hitamkan ada gangguan distribusi atau penyalahgunaan gas  untuk orang miskin.

Padahal kita semua tahu masalah sistemik akan muncul ketika ekonomi masyarakat lemah seperti Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terganggu dan keluarga akan beralih kembali menggunakan kayu bakar.

Ita Ibu rumah tangga, asal Semuhun, Desa Dharma Bakti, Kecamatan Teriak, berujar di tabung Gas tertulis hanya untuk orang miskin tetapi orang kaya turut ambil gas ukuran tiga Kilogram.

“Saya sebagai ibu rumah tangga sangat kecewa dengan peraturan pemerintah kita ini, katanya untuk orang miskin tapi banyak orang kaya merebut itu gas,” ungkap Ita kesal, Rabu 31/12/2025.

Hal yang sama dikatakan  Simah, namun subtansinya berbeda. Warga asal Dusun Belanko, Desa Bakti Mulya ini dari jauh sudah datang cari gas tiga kilogram, ia menyebut harga dikampung dan di pasar Bengkayang tidak sebanding.

“Dikampung kami harga Liquefied Petroleum Gas (LPG)  3 Kg sampai Rp35.000 ribu rupiah. Dah harga mahal, susah mau dapat pula, mau gak mau harus cari ke pasar,” ungkapnya  sedih pukul 11:55 Wib.

Permasalahan kelangkaan gas 3 Kg di kota Bengkayang sebenarnya sudah diketahui pejabat setempat. Ibu Magdalena selaku Kepala Dinas Bidang Perindustrian dan Perdagangan menyebut Info dari pertamina kuota tetap sementara permintaan banyak.

“Selain itu ada info dari masyarakat bahwa ada gas  3 Kilogram yang seharusnya untuk masyarakat Bengkayang lalu didistribusikan ke kabupaten lain. ini perlu adanya pembuktian yang jelas. Permasalahan ini  sudah kami sampaikan ke pihak yang berwajib ( Polisi )  pada rapat bersama sebelum natal,” pungkas Magdalena. Penulis Gultom. Editor Pimred.


Share