Bengkayang post-(Mandor Landak). Makam juang Mandor di sebut makam pahlawan tempat pembunuhan beberapa orang oleh orang Jepang pada masa penjajahan pada waktu tahun 1942 sampai tahun 1945.
Jepang membunuh dengan secara sangat kejam diperkirakan satu generasi terdiri dari tokoh masyarakat, aktivis politik dan kaum intelektual diperkirakan berjumlah 21037 orang.
Setelah Indonesia merdeka makam juang Mandor ini di jaga dan di awasi trus hingga berharap tidak ada yang di rusak, mengingat sejarah nyata dan benar adanya terjadi.
Saat ini, Uca Suherman, selaku penjaga juru kunci di makam juang mandor menyayangkan bahwa pintu masuk di makam ini tidak ada penjagaan misalnya dan tidak di buatkan portal untuk mencegah kendaraan yang masuk yang bukan legal tetapi yang ilegal.
“contoh pagar besi yang ada di dalam udah jebol untuk keluar masuk nya mobil ilegal mengangkut kayu kayu dan tambang, pintu masuk di makam juang mandor ini’ ada dua jalur, Satu jalur untuk jalan ilegal dan satu jalur untuk jalan ilegal’
Ungkap Uca Suherman”
Banyak hal yang di inginkan Uca Suherman kepada pa gubernur Kalimantan Barat, antara lain membangun jalan yang ada di 10 makam ini,
pengecatan terhadap rumah rumah makam yang ada 10 buah ini.
“karna udh puluhan tahun tidak di cat ulang lagi,” harap Uca Suherman
Diperkirakan luas aset Negara di sini hanya ada tersisa kurang lebih 23 hektar dari 4 ribu hektar yang udah habis rentan sekali / di rusak. Hal ini disampaikan Uca Suherman pada hari Sabtu 10 Januari 2026 di depan awak media di area kawasan sekitaran makan juang mandor.
Uca Suherman berharap Agar perbaikan-perbaikan atau perawatan makam ini di dengar dan di tanggapi oleh bapa gubernur Kalimantan Barat. Wtr. Ku”en

Baca Juga
Ungkapan Rasa Syukur Penutupan Natal 2025 Umat Katolik Simpang Agal
Sembahyang Natal & Tahun Baru 2026 Di Mandor
Distribusi Terganggu & Dijual Ke Kabupaten Tetangga Jadi Kambing Hitam Kelangkaan Gas 3 Kg