20/03/2026

Bengkayang Post

Cerdas Ungkap Realitas

Di Landak Ada 7 Siswa Keracunan Saat Makan Berziji Gratis

Share

Foto: Orang tua siswa.

Bengkayang post-( Landak). Sengah Temila sebutkan penerima makanan bergizi ( MBG ) Anjuran pemerintah Agar anak sekolah bisa sehat dan pintar.

Namun kenyataannya ada di beberapa tempat MBG ini tidak sesuai dengan anjuran yang di inginkan pemerintah” hingga saat ini ada yang pro kontra akibat kesalahpahaman,

Salah satu pada hari ini Rabu 18 Maret 2026, salah satu kepala dapur SPPG sidas dua, Kecamatan Sengah Temila, kabupaten Landak,

Menjelaskan sebelum nya” membagikan MBG itu” kata nya, memang makanan yang sudah siap langsung di makan oleh siswa dan siswi yang menerimanya.

Namun di jelaskan nya, yang di bulan Ramadan ini, dalam menyambut idul Fitri 1447, H, 2026,
Mereka menyiapkan makanan itu di anjurkan.

Agar bagi siswa dan siswi yang menerima makanan itu Agar jangan langsung di makanan dulu, tetapi di bawa pulang supaya di masak lagi di rumah.

Namun ada dugaan kesalahpahaman di antara pemberi dengan penerima dari petugas MBG tersebut. Menurut Alponsius, selaku kepala dapur SPPG Sidas 2, sebelum mereka merubah resep makanan yang harus di siswa bawa pulang.

Tidak untuk di makan langsung, karna menurutnya pihak dapur udah memberikan saran dengan para guru – guru melalui grup guru – guru tersebut.

Agar para guru memberikan saran juga kepada siswa siswinya yang menerima MBG tersebut, Maka harapan nya supaya para guru tadi dapat memberikan arahan kepada murid -murid nya.

Setelah pemberitahuan itu, maka petugas dari MBG udah siap untuk membagikan kepada pihak penerima makanan bergizi, setelah pembagian udah di jalankan, tidak lama kemudian lalu ada terjadi cerita yang mengejutkan.

Pada Selasa 17 Maret 2026, salah satu siswa dari sekolah Desa Sidas 2, ada 7 orang tersebut perkiraan diduga keracunan karena makan makanan dari MBG yang di bawa siswa siswi ini pulang ke rumah.

Salah satu dari anak yang terdampak keracunan itu” berinisial SN umur 7 tahun kelas 1 SD di Lintah. Anak dari ibu  Lusiana, bapak Oktapianus, Alamat Dusun Tangkal Desa Keranji Mancal Kecamatan Sengah Temila, Kab Landak,

Setelah kita kinfirmasi melalui wawancara bahwa ibu Lusiana ini menjelaskan atas kronologis kejadian nya pada saat itu, karna anak ibu Lusiana ini ada 2 orang yang di anggap terdampak keracunan MBG.

Di jelaskannya, dia sendiri yang mengambil atau menerima pemberian dari MBG itu, karna ada anak nya sekolah SMP di sekolahan tersebut, maka si ibu ini tadi setelah menerima nya langsung di bawa pulang ke rumahnya.

Ternyata setelah datang ke rumah” si anaknya yang SMP itu membuka makanan yang di berikan petugas MBG tersebut. Lalu makan makanan itu, dan berbagi dengan adik nya yang masih sekolah sd tersebut, Makanan itu berbentuk daging Ayam dan lain nya.

Setelah beberapa saat kemudian si anak yang ber  2: itu langsung muntah muntah dan ber liur-liur hingga mulut nya ber buih – buih keluarkan busa berwarna putih dari mulutnya.

Karna kekuatiran si ibu kandung nya ini”   maka si anaknya 2 orang Itu spontan di larikan di rumah sakit Puskesmas Sidas, Ternyata sesampai di rumah sakit itu, tau nya banyak yang sama sakit nya  kawan – kawan dari sekolah itu juga, sama sama terdampak setelah memakan makanan dari MBG tersebut,” ungkap ibu Lusiana,

Selama perawatan di rumah sakit, ada di jaga dan di awasi oleh Ciwin yang selaku Aslap  di MBG nya di lapangan dan bersama kawan – kawan nya juga, Banyak yang di uraikan nya oleh Ciwin dari petugas Aslap MBG itu, terutama dalam penangan petugas kesehatan itu trus di pantau nya.

“Hingga pasien nya itu benar benar di rawat dan mendapatkan pelayanan kesembuhan”
Imbuh Ciwin,

Dan di katakan nya lagi” bahwa dalam perawatan ini hingga sampai sembuh’ kami dari pihak MBG akan bertanggung jawap penuh atas musibah ini, kata Ciwin,

Hingga nanti sampai udah bisa di perbolehkan pulang oleh petugas kesehatan, selain mendatangi si korban yang terdampak MBG itu, juga sekaligus menanyakan kepada pihak petugas kesehatan di tempat itu, Namun ada beberapa petugas kesehatan belum bisa memberikan keterangan untuk kelanjutan penanganan pasien yang sakit ini.

Karna kata nya Dokter kami sedang pulang libur,
maka tidak mendapatkan informasi dari dinas kesehatan Puskesmas Sidas, “7 orang siswa siswi yang terdampak MBG ini masih dalam perawatan medis” atau udah sembuh” untuk sementara imformasi berlanjut. Penulis Kuen.


Share