Foto : Teman-teman dari komunitas pemuda peduli wisata, Dusun Melayang, Desa Sahan, Kec.Seluas, Kab.Bengkayang. Sumber Dari Akun Facebook Fery Putra Bakati.
Bengkayang Post- (Desa Sahan Kecamatan Seluas). Masih banyak tempat destinasi wisata di Kabupaten Bengkayang belum dikelola dengan baik.
Contoh Salah satu adalah ‘Riam Berawat’n.’ Objek pariwisata ini sudah terkenal luas di Kalangan masyarakat Kabupaten Bengkayang.
Riam Berawat’n berada di Dusun Melayang, Desa Sahan, Kecamatan Seluas.
Masyarakat loka menghabiskan akir pekan kerap mengunjungi riam ini, bahkan dikunjungi warga luar Indonesia.
Sayang sampai hari ini (9/9), belum dikelola secara maksimal melalui Dinas terkaitnya, tentu bila dikelola dengan maksimal bisa meningkatkan jumlah pengunjung.
Ukai, Ketua Rt. 04 Melayang, Dusun Melayang, Desa Sahan menyebut riam Berawat’n tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan domestic dan luar.
”Rata-rata hampir100 orang pengunjung yang datang ke Riam Berawat’n setiap minggunya,” ucap Ukai Minggu,23/8/2020.
Pengunjung datang dilokasi wisata nitip kendaraan, menurut penjelasan Ukai, dua ratus meter dari objek wisata.
“Parkir kita sediakan, Kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 200 meter, melewati jalan tebing yang terjal, Pengunjung kemudian baru sampai di titik riam,” tukas Ukai,
Ia lanjut mengatakan menarinya ketinggian air terjun Riam Berawat’n mencapai 75 Meter, dan jalan yang menurun di bibir riam ada 150 tapak anak tangga.
“Pernah diukur ketinggian air terjun Riam Berawat’n mencapai 75 meter. Dan kalau kita menuruni jalan terjal di bibir riam ada 150 tapak anak tangga,” sebutnya.
Bercerita tentang Riam Berawat’n, Kepala Desa Sahan, Blasius Beong bercita-cita ingin Desa Sahan Jadi Desa Wisata.
“titik objek pariwisatanya di Dusun Melayang yaitu Riam Berawat’n, Riam Sengadung, dan Hutan Adat Pangajit Pikol,” tutur Blasius Beong
Upaya Desa Sahan, menurut Blasius Beong mewujudkan Desa Sahan jadikan desa wisata diantaranya memanfaatkan anggaran desa untuk bangun infranstruktur.
“2018 kita sudah bangun jalan kearah Riam Berawatn sepanjang 2 Kilometer. Tahun 2019 buat jembatan Sekarikng, jembatan Layar dan Gorong-gorong. Kedepan kalo masyarakat sepakat, kita buat jalan ke belakang Hutan Adat Pangajit Pekol,” tuturnya Sabtu/5/9/2020. Wrt: Tump & Mark. Editor : Pimred.

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah