Foto : Fransiskus,S.Pd,.M.Pd, Ketua DPRD Kab.Bengkayang, Senin 1/2/2021.
Semangat Satgas Covid-19 yang bertugas di Pos Jaga Desa untuk mengetahui penyebaran Covid-19 wilayah Kab.Bengkayang Kendor. Faktor penyeba adalah keterbatasan anggaran. Melalu Refocusing APBDes 2021 Fransiskus,S.Pd,.M.Pd Ketua DPRD Bengkayang meminta difungsikan kembali.
Bengkayang Post-(Bengkayang). Semangat Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bengkayang di 122 Desa terkesan kendor.
Awal merebak Covid-19 tumbuh seperti pejuang era tahun 1945, namun saat ini berubah, jadi hitung-hitungan, pos jaga sebelumnya aktif malah sepi.
“desa lain bilang habiskan anggaran saja,” sebut Busmet,SP,M.SI, Camat Kecamatan Teriak, Kab.Bengkayang, Selasa (19/1).
Ripan Kades Benteng yang bergegas kembali mengaktifkan relawan di Pos jaga pintu keluar masuk warga mengakui selama ini biaya operasional diambil dari anggaran desa.
“Kalau bantuan dari Pemerintah Kabupaten tahun kemarin (2020) tidak ada,” cetus Ripan.
Belajar dari pengalaman tahun 2020, Ripan melakukan penganggaran penanganan Covid-19 kisaran enam juta rupiah tahun 2021.
“biaya makan minum relawan, disinfektan, dan Sabun disitu juga. Tekor, tidak tekor, ya resiko lah,” ujar Ripan pasrah, Selasa (19/1).
Upaya penganggara penanganan Covid-19 Kepala Desa Benteng itu, seirama dengan arahan Ketua DPRD Kab.Bengkayang, Fransiskus,S.Pd,M.Pd.
Fransiskus menyebut tahun 2020 pernah menyarankan pihak desa melakukan rasionalisasi anggaran. Melalui perubahan APBDes-nya.
“kita focus bagaimana Posko yang ada di desa-desa difungsikan dan dihidupkan betul,” pinta Fransiskus, Senin (1/2).
Ia pun membeberkan mengapa penanganan Covid-19 di desa kendor lantaran penganggaran 2021 ini belum.
“hanya nanti di 2021 ini, bagaimana desa ini melakukan refocusing terhadap penganggaran di 2021 itu untuk melakukan pencegahan, untuk melakukan pemutusan mata rantai terhadap penyebaran Covid-19 desa masing-masing,” beber ketua Partai Gerindra Bengkayang itu diruang kerjanya pukul (13:56 Wib). Wrt: Markus Marius & Jmt.

Baca Juga
Polisi Rajia Aksi Balap Liar Di Kawan Alun – Alun SDR
Anak Usia 10 Tahun Tengelam Di Sungai Belakang Rumah Polisi Pun Turut Berjibaku Cari Korban
Bupati Bengkayang Berharap Penyelenggaraan Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tolak Ukur Pada Pembangunan Daerah